INHU, RIAU, Autenticnews.co,-
Selasa (24/2) dari Humas kebun keluarga Simarmata, Rudiwalker Purba mengatakan puluhan karyawan kebun milik keluarga Simarmata vs puluhan orang diduga kelompok pencuri sawit, Senin (23/2) sekitar pukul 23.00 Wib nyaris bentrok.

Situasi memanas setelah puluhan orang gerombolan diduga pencuri sawit mendatangi pondok karyawan yang terletak di Blok L dengan gaya Premanisme dan diduga membawa senjata tajam yang disimpan dalam mobil, mengancam bakar Pondok Karyawan bahkan memutus aliran listrik PLN ke Pondok Karyawan.
Untungna peristiwa berdarah masih bisa dihindari setelah pemilik kebun memerintahkan karyawan untuk tidak terpancing aksi provokasi dari puluhan orang yang dengan sengaja mendatangi pondok karyawan.
“Mereka diduga pencuri itu dengan gaya Premanisme datang pakai dua unit Mobil. Tapi sipemilik kebun menginstruksikan untuk tidak terpancing aksi provokasi sekelompok orang diduga pencuri. Dan mereke datang pakai dua mobil pickup,astrda hitam dan puluhan sepeda motor, sebut Humas kebun, Rudiwalker, mengutif keterangan karyawan tentang kronologi nyaris bentrok.

Rudi sendiri mengapresiasi sikap karyawan tidak agresif menanggapi aksi provokasi puluhan orang tidak dikenal. Saya salut sama Karyawan, mereka tidak terpancing. Tapi saya kuatir jika seperti ini terus, saya tidak bisa jamin batas kesabaran Karyawan,” Rudi pesimis.
Rudi menduga aksi kawanan diduga pencuri sawit itu sengaja mendatangi Pondok Karyawan dipicu ‘jalan tikus’ keluar masuk kawanan pencuri sawit yang berada di Blok B dan Blol C ditutup dengan pagar kawat yang berdampak akses keluar masuk kebun kawanan pencuri sawit, terganggu.
Sebab kawanan orang tak dikenal itu kepada Karyawan sempat menanyakan alasan akses keluar masuk kebun dan siapa yang melakukan penutupan jalan tikus.
Seperti diketahui belum lama ini sudah melaporkan dugaan tindak pidana pencurian sawit ke Polres Inhu dengan jumlah terlapor empat orang, satu diantaranya warga Pekanbaru. (Tim-ANC)












