PEKANBARU,Autenticnews.co,-
Kedatangan pasokan beras Perum BULOG seberat 2.000 ton yang dikirim dari Provinsi Jawa Barat dan tiba di Pelabuhan Pelindo Dumai, Dermaga C, pada 20 Mei 2026 lalu menuai sorotan. Sejumlah laporan menyebutkan sebagian beras tersebut mengalami kerusakan, yang diduga terjadi akibat terpapar air selama proses pengangkutan menggunakan kapal tongkang. Hingga awal Juni, belum ada informasi resmi mengenai jumlah pasti beras yang menurun kualitasnya maupun hasil uji laboratorium untuk memastikan kelayakan konsumsinya.
Menanggapi hal tersebut, awak media pertama kali melakukan konfirmasi ke Perum BULOG Cabang Dumai melalui Asisten Manajer, Riyanto Aprizal. Ia membenarkan kedatangan kiriman beras tersebut dan menyebutkan pengangkutannya dikelola oleh pihak ketiga, yaitu Jasa Prima Logistik (JPL). Saat ini, sebagian stok diketahui disimpan di Gudang Bagan Besar. Namun, terkait tujuan akhir penyaluran 2.000 ton beras tersebut, pihak cabang mengaku tidak memiliki data rinci.
“Yang kami ketahui memang ada beras BULOG yang datang dari Jawa Barat dan transit di Dumai. Namun terkait tujuan distribusinya, kami tidak mengetahui secara detail,” ujar Riyanto saat dikonfirmasi pada Kamis (4/6/2026).
Untuk mendapatkan penjelasan yang lebih jelas, awak media kemudian mendatangi Kantor Perum BULOG Kanwil Riau & Kepri di Jalan Cuk Nyak Dhien Nomor 24, Kecamatan Pekanbaru Kota. Dikonfirmasi secara langsung, Manajer Operasional Kanwil, Deny, membenarkan kedatangan kiriman tersebut. Ia menjelaskan bahwa seluruh stok telah disalurkan ke sejumlah gudang cabang di daerah dan saat ini sedang dalam tahap penyortiran menyeluruh.
“Kami pastikan beras yang dikirimkan sebelumnya dalam kondisi baik. Proses penyortiran ini dilakukan untuk memastikan kualitas sebelum disalurkan ke masyarakat, dan hasilnya akan kami laporkan secara transparan,” tegas Deny pada Rabu (10/6/2026).
Deny menegaskan bahwa tanggung jawab atas proses pemuatan, pengiriman, hingga penyimpanan awal berada di bawah pengawasan mitra logistik, Jasa Prima Logistik. Meski demikian, ia menekankan bahwa pihaknya menjamin kualitas akhir yang akan diterima oleh masyarakat.
“Masyarakat nantinya tidak akan menerima beras dalam kondisi rusak. Kami jamin kualitasnya layak konsumsi, kemasannya rapi, dan takarannya sesuai standar. Baik dari segi kualitas maupun kuantitas, kami bertanggung jawab penuh,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BULOG masih dalam tahap pemeriksaan dan penyortiran untuk menentukan jumlah pasti beras yang terganggu kualitasnya serta langkah penanganan lebih lanjut. Masyarakat diimbau menunggu pengumuman resmi terkait hasil akhir pemeriksaan dan jadwal penyaluran beras tersebut. (Tim-ANC)
