Proyek Rehabilitasi Jalan Rambutan Pekanbaru Bernilai Rp 3,3 Miliar Diduga Langgar Standar Mutu

Foto : fisik rehabilitasi jalan, jalan Rambutan Sumber dana dari APBD kota Pekanbaru, diduga kurang mutu suhu panas Aspalnya.
Foto : fisik rehabilitasi jalan, jalan Rambutan Sumber dana dari APBD kota Pekanbaru, diduga kurang mutu suhu panas Aspalnya.

PEKANBARU,Autenticnews.co,-

Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Pekanbaru telah melaksanakan proyek Rehabilitasi Jalan Rambutan dengan nilai anggaran mencapai Rp 3,3 Miliar lebih yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pekanbaru Tahun Anggaran 2026. Proyek ini dimulai sejak tanggal 18 Mei 2026, dengan masa pelaksanaan kerja selama 71 hari kalender serta masa pemeliharaan selama 180 hari kalender. Pelaksana pekerjaan adalah PT Riau Mas Bersaudara, sedangkan pengawasan teknis ditugaskan kepada konsultan CV Fajar Bahari.

Namun, hasil pemantauan mendalam Tim Media Autenticnews.co di lokasi proyek menunjukkan adanya kejanggalan serius yang berpotensi menurunkan kualitas dan daya tahan konstruksi jalan. Mulai dari tahap pemadatan lapisan dasar hingga proses pengaspalan, terlihat tanda‑tanda mutu yang tidak memenuhi standar teknis yang berlaku. Kondisi aspal yang baru dipasang terlihat sangat rapuh; pada bagian pinggiran jalan yang sempat dibongkar, terlihat jelas ikatan antara aspal dan agregat batu tidak menyatu dengan baik. Hal ini diduga kuat akibat suhu pengerjaan yang tidak sesuai ketentuan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Pengamatan juga mencatat perilaku pengangkutan material yang diduga tidak benar. Kendaraan pengangkut aspal berjenis enam roda sejenis Canter, berwarna kuning dan warna merah, sering terpantau menunggu dalam keadaan diam di lokasi jalan Rambutan selama sekitar satu jam lamanya sebelum material diturunkan. Lebih parahnya, muatan aspal tersebut tidak ditutup sama sekali selama perjalanan dan penantian, sehingga suhu panasnya turun jauh di bawah batas aman untuk penghamparan. Hal ini bertentangan dengan persyaratan teknis agar aspal tetap dalam kondisi panas yang tepat saat dipasang di permukaan jalan.

Saat Tim Media Autenticnews.co berupaya mengonfirmasi hal tersebut kepada pihak pelaksana melalui pesan WhatsApp pada Sabtu, 11 Juli 2026, perwakilan kontraktor bernama Deri menyetujui pertemuan klarifikasi langsung di lokasi jalan Rambutan pada Selasa, 14 Juli 2026.

Di hadapan tim, Deri mengakui sepenuhnya bahwa kendaraan pengangkut memang sering menunggu cukup lama dan muatan aspal tidak ditutup. Ia juga menyatakan bahwa suhu yang digunakan minimal 100 derajat Celcius. Namun, dalam pertemuan tersebut, Deri juga diketahui menyerahkan sejumlah uang tunai sebesar Rp 300 ribu dengan alasan “uang minyak”, yang ditolak oleh tim media.

Selain itu, kondisi fisik jalan yang baru selesai diaspal beberapa hari lalu sudah menunjukkan tanda‑tanda kerusakan awal, di mana lapisan aspal terlihat bergeser dan tidak menyatu rapi dengan bahu jalan yang baru dicor beton.

Melihat fakta‑fakta di lapangan tersebut, Tim Audit inspektorat dan Dinas Dinas Pekerjaan Umum Kota Pekanbaru beserta tim pengawas lapangan  diminta, untuk segera meninjau ulang seluruh proses dan hasil pekerjaan. Pihak berwenang juga diminta melakukan pengujian ulang secara mendalam terhadap mutu material aspal, kadar pemadatan, serta kepatuhan seluruh tahapan kerja terhadap spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Jika terbukti ada pelanggaran standar yang berpotensi menyebabkan kerusakan dini dan kerugian negara senilai miliaran rupiah, maka harus dilakukan penindakan sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku. (Tim Red-ANC).

Redaksi Membuka Ruang : Hak Jawab,Koreksi dan Klarifikasi ,bagi pihak pihak yang disebut dalam pemberitaan ini sesuai kode etik Jurnalistik yang diatur dalam UU nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers .

Exit mobile version