PEKANBARU,Autenticnews.co,-
Pelaksanaan proyek rehabilitasi Jalan Rambutan di Kota Pekanbaru yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dengan nilai mencapai Rp3.308.760.547 atau lebih dari Rp3 miliar, kini menuai sorotan tajam. Proyek yang dikerjakan oleh PT Riau Mas Bersaudara (PT RMB) ini diduga dikerjakan secara asal jadi dan tidak memenuhi standar teknis yang ditetapkan, sehingga dikhawatirkan tidak awet dan cepat rusak.
Berdasarkan hasil pantauan mendalam Tim pewarta Autenticnews-co di lapangan, ditemukan sejumlah kejanggalan mencolok mulai dari tahap pemadatan lapisan dasar (base), proses pengaspalan, hingga pengecoran bahu jalan. Kualitas pekerjaan terlihat jauh di bawah standar yang seharusnya diterapkan dalam pembangunan infrastruktur pemerintah.
Seorang narasumber terpercaya yang berpengalaman lama di bidang pembangunan jalan nasional maupun provinsi, yang meminta identitasnya dirahasiakan, memberikan penilaian serius terhadap kondisi lapangan. Menurutnya, fondasi jalan yang dibangun sangat lemah.
“Itu base-nya belum layak diaspal, Bang… belum padat gitu. Enggak lama hancur lagi aspalnya itu. Karena kalau sekarang mobil kecil saja yang lewat, namun jika ada kendaraan bermuatan berat melintas, pasti aspalnya akan langsung pecah,” ungkap narasumber tersebut dengan nada prihatin.
Ia menambahkan, ketidakcermatan terlihat jelas secara fisik. “Masalah base-nya juga sangat terlihat, itu masih melendut dan buyar. Apa dasarnya mereka mengaspal begitu? Sangat berisiko tinggi mengalami kerusakan dalam waktu singkat,” tegasnya merujuk pada bukti foto yang ada.
Pantauan di lapangan juga memperlihatkan di beberapa titik bahu jalan, lapisan aspal yang baru saja dipasang sudah terlihat pecah dan rusak. Hal ini diduga kuat disebabkan oleh ketidaktepatan suhu saat penghamparan, serta proses pemadatan yang tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Selain itu, beton pada bahu jalan yang baru dicor pun sudah terlihat muncul retakan-retakan halus, yang menandakan mutu material maupun pengerjaan kurang baik.
Berupaya mengonfirmasi hal tersebut, Tim Autenticnews-co telah menghubungi M. Hasbi Efendi, yang diketahui sebagai pihak kepercayaan dari PT RMB. Konfirmasi dilakukan melalui pesan aplikasi WhatsApp lengkap dengan bukti foto dan video kerusakan serta dugaan ketidaksesuaian teknis. Namun sayangnya, hingga berita ini diturunkan, tidak ada tanggapan balasan. Pesan yang dikirimkan masih berstatus terkirim saja (ceklis satu), sementara beberapa bukti visual telah terbaca namun tidak mendapat klarifikasi apapun dari pihak pelaksana.
Padahal, proyek ini sempat mendapat perhatian khusus dari Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho. Sebelumnya, Walikota bahkan terlihat turun langsung meninjau lokasi menggunakan sepeda motor Vespa sebagaimana terekam dalam kanal YouTube Cakaplah, tepatnya saat tahap persiapan pemadatan dan penyiraman aspal cair. Saat itu, Agung Nugroho sangat membanggakan proyek ini dan berharap hasilnya dapat dinikmati masyarakat dalam kondisi prima dan awet.
Namun temuan di lapangan justru memunculkan kekhawatiran publik. Mengingat besarnya anggaran yang dikucurkan dari kas daerah, Tim media pun memandang perlu adanya pengawasan ketat.
Sehubungan dengan temuan dugaan pelanggaran kualitas pekerjaan ini, masyarakat dan elemen pers meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta aparat penegak hukum untuk turun tangan melakukan audit mendalam, baik dari segi administrasi maupun fisik kualitas pembangunan. Hal ini penting dilakukan agar hak rakyat atas infrastruktur yang baik dan tepat guna dapat terjamin, serta tidak terjadi pemborosan keuangan negara.
Tim Autenticnews-co akan terus memantau perkembangan pelaksanaan proyek rehabilitasi Jalan Rambutan ini hingga tuntas. (Tim-ANC)
Redaksi Membuka Ruang : Hak Jawab,Koreksi dan Klarifikasi ,bagi pihak pihak yang disebut dalam pemberitaan ini sesuai kode etik Jurnalistik yang diatur dalam UU nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers .
