Rumah Makan Tempat Singgah Truk CPO di Kandis Diduga Jadi Sarang Perjudian dan Peredaran Narkoba

Oplus_131072

SIAK,RIAU,Autenticnews.co,-

Aktivitas mencurigakan ditemukan di salah satu rumah makan tempat singgah truk CPO di wilayah Kecamatan Kandis Kota, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Berdasarkan investigasi awak media pada Jumat, 25 September 2026, lokasi tersebut diduga kuat tidak hanya dijadikan tempat istirahat sopir, tetapi juga beroperasi sebagai sarang perjudian dan lokasi transaksi narkoba.

Kecurigaan bermula ketika tim media singgah untuk makan dan mengamati gerak-gerik janggal di bagian belakang rumah makan.

Setelah dilakukan penelusuran lebih dekat, ditemukan praktik perjudian menggunakan mesin tembak ikan yang beroperasi secara bebas.

Tidak hanya itu, tim juga memantau adanya aktivitas transaksi mencurigakan yang polanya menyerupai peredaran gelap narkoba. Transaksi tersebut berlangsung sangat singkat dengan modus bersalaman antarpelaku di area sekitar lokasi.

Saat dimintai keterangan, dari pihak pengelola rumah makan, memilih bungkam dan enggan memberikan tanggapan apa pun terkait temuan tersebut.

Informasi yang di himpun Tim pewarta dari Warga sekitar yang identitasnya enggan disebutkan mengaku sudah lama resah dengan aktivitas ilegal di tempat tersebut. “Di rumah makan tersebut memang sudah lama ada perjudian mesin tembak ikan.

Kami sangat resah melihat kegiatan yang terjadi di sana,” ungkap salah satu warga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tim pewarta dari masyarakat, Aktivitas mesin perjudian tersebut diduga dikelola oleh seseorang berinisial RJ (Rajah).

Masyarakat dan awak media mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya jajaran Polres Siak dan Polsek Kandis, untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan dan penyidikan mendalam dan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat.

Praktik ilegal ini dinilai sudah sangat meresahkan warga serta memberikan dampak buruk bagi masa depan generasi muda.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak pengelola rumah makan maupun pemilik mesin perjudian belum memberikan klarifikasi resmi. Tim Redaksi masih terus berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada pihak-pihak terkait. (Ikhsan- Tim-ANC)