ROKANHILIR,Autenticnews.co,-
Pemandangan menjijikkan menyambut warga di trotoar pusat Kota Bagan Batu, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir. Tumpukan sampah plastik, limbah rumah tangga, hingga sampah busuk berserakan di atas trotoar yang seharusnya jadi fasilitas pejalan kaki. Bau menyengat menusuk hidung.
Ironisnya, kondisi kumuh ini terjadi di kota yang pernah dijanjikan akan menjadi *Rokan Hilir Bersih, Asri dan Bermartabat* dalam janji kampanye Paslon BIJAK (Bistamam – Jhony Charles) pada Pilkada Rohil lalu.
Bukti nyata memperlihatkan sampah menumpuk di trotoar Bagan Batu, *Senin 20/10/2026 pukul 20:10 WIB*. Plastik merah, putih, sisa makanan, semua ditumpuk begitu saja. Trotoar yang dibangun dengan APBD berubah fungsi menjadi TPS liar.
*Warga kecam,* “Ini trotoar apa tempat sampah? Setiap hari kami lewat, bau busuk. Mana janji Pak Bupati mau bikin Bagan Batu bersih? Dulu waktu kampanye katanya sampah akan tertangani, armada ditambah, Bagan Batu jadi kota percontohan. Nyatanya sampai sekarang sampah saja di trotoar dibiarkan,” kecam warga Bagan Batu kepada wartawan.
*WASPADA! SAMPAH DI TROTOAR BAGAN BATU ANCAM KESEHATAN WARGA – BISA TIMBULKAN WABAH PENYAKIT MEMATIKAN*
Ketua DPC Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Rokan Hilir, Mahluddin Ritonga menegaskan, pembiaran sampah di trotoar bukan hanya soal estetika kumuh, tapi sudah masuk kategori kedaruratan kesehatan masyarakat.
Berdasarkan kajian kesehatan lingkungan dan data Kemenkes RI, tumpukan sampah terbuka di kawasan padat penduduk seperti Bagan Batu dapat menimbulkan 6 penyakit berbahaya:
*1. Demam Berdarah Dengue (DBD):* Sampah plastik yang menampung air hujan menjadi sarang nyamuk Aedes Aegypti.
*2. Diare Akut & Kolera:* Lindi (air sampah busuk) meresap ke sumur warga dan warung makan sekitar. Lalat hijau dari sampah hinggap ke makanan.
*3. ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut):* Bau busuk sampah yang membusuk menghasilkan gas metana dan H2S yang meracuni paru-paru anak-anak dan lansia.
*4. Leptospirosis:* Tumpukan sampah menjadi sarang tikus got. Kencing tikus yang bercampur genangan air hujan sangat mematikan.
*5. Infeksi Kulit dan Gatal-gatal:* Jamur dan bakteri dari sampah yang beterbangan menyebabkan gatal, kudis, dan infeksi kulit bagi pedagang kaki lima di sekitar trotoar.
*6. Tifus dan Cacingan:* Anak sekolah yang setiap hari lewat trotoar sampah sangat rentan tertular.
“Ini bukan lagi soal janji kampanye gagal, ini soal nyawa warga Bagan Batu dipertaruhkan. Kalau ada warga kena DBD atau diare karena sampah di trotoar ini, siapa yang tanggung jawab? Bupati harus tanggung jawab!” tegas Mahluddin Ritonga.
AWI Rohil mendesak:
1. DLH Rohil segera angkut sampah di trotoar Bagan Batu dalam 1×24 jam dan lakukan penyemprotan disinfektan.
2. Dinas Kesehatan Rohil turun lakukan fogging dan pemeriksaan kesehatan warga sekitar trotoar sampah.
3. Pasang CCTV dan beri sanksi tegas pembuang sampah sembarangan di trotoar sesuai Perda Kebersihan.
4. Bupati Rohil tagih janji kampanye Rokan Hilir Bersih, bukan Rokan Hilir Bersampah dan Rokan Hilir Berpenyakit.
5. Tembusan laporan ke DLHK Pusat / KLHK RI dan Kemenkes RI di Jakarta atas pembiaran pengelolaan sampah yang mengancam kesehatan publik.
6. Jangan setelah dikonfirmasi oleh awak media baru diangkut. Pejabat publik harus mengedepankan integritas demi menjaga kesehatan masyarakat. Karena setiap manusia berhak menghirup udara yang sehat.
7. Persoalan sampah di bagan batu sudah menahun tak kunjung bisa di tuntaskan menjadi kota bersih.
Sumber: AWI Rohil













