Tokoh Agama, Masyarakat dan Adat Bersatu Bentuk Majelis Ta’lim di Hulu Batang Pane, PALUTA 

Oplus_131072

PALUTA, SUMUT,Autenticnews.co

Langkah bersejarah dan penuh harapan terjadi di wilayah Hulu Batang Pane, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Provinsi Sumatera Utara. Pada Rabu, 23 September 2026, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta unsur pemerintahan setempat berkumpul dan sepakat membentuk Majelis Ta’lim di setiap desa yang berada di kawasan tersebut.

Kegiatan pembentukan Majelis Ta’lim ini digelar di Gedung Sekolah Pesantren Darul Ulum, Desa Rampa Jae, Kecamatan Padang Bolak. Rapat yang berlangsung penuh kekeluargaan dan kebersamaan ini dihadiri langsung oleh para pemuka agama, para tetua adat, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga yang antusias hadir menyaksikan kelahiran wadah pembinaan umat yang pertama kali dibentuk di kawasan Hulu Batang Pane.

Langkah Awal Pembinaan Moral dan Akhlak

Dalam pembukaan rapat, disampaikan bahwa pembentukan Majelis Ta’lim ini didasari keprihatinan sekaligus keinginan kuat untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah tersebut, baik dari segi moral maupun akhlak. Selama ini, kawasan Hulu Batang Pane belum memiliki wadah pembinaan keagamaan yang terstruktur dan merata di setiap desa. Oleh karena itu, kehadiran Majelis Ta’lim ini menjadi harapan baru bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Tujuan utama dibentuknya Majelis Ta’lim di setiap desa ini adalah untuk membentuk generasi yang bermoral, berakhlak mulia, berilmu, dan bertaqwa. Selama ini belum pernah ada Majelis Ta’lim di Hulu Batang Pane ini, maka hari ini kita bersatu mewujudkannya demi masa depan anak cucu kita,” ujar salah satu tokoh yang memimpin jalannya rapat.

Narasumber Memberi Pencerahan dan Semangat

Acara pembentukan ini menghadirkan para narasumber yang mumpuni dan dihormati di tengah masyarakat, yaitu Bapak Al-Ustadz Sohib Rambe, Ustadz Metmet Arrozi, serta Ustadz Saparuddin Simamora. Ketiga tokoh agama ini memberikan pencerahan mendalam mengenai pentingnya kebersamaan, pembinaan akhlak, serta peran umat dalam menjaga persatuan dan kemajuan daerah.

Para narasumber menegaskan bahwa Majelis Ta’lim bukan sekadar tempat berkumpul dan belajar agama, melainkan sarana untuk menyatukan visi seluruh elemen masyarakat — tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemerintah — dalam membangun kehidupan yang harmonis, tertib, dan sejahtera.

Mengenang Cita-Cita Para Pahlawan, Melanjutkan Perjuangan

Dalam amanatnya, para tokoh agama dan tokoh adat mengajak seluruh hadirin untuk meneladani semangat para pahlawan bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan dan masa depan generasi penerus. Jika para pahlawan rela berkorban demi meraih kemerdekaan, maka tugas generasi sekarang adalah menjaga kemerdekaan tersebut dengan moral dan akhlak yang luhur.

“Bagaimana kita generasi sekarang melanjutkan cita-cita para pahlawan kita? Bukan dengan senjata, melainkan dengan akhlak yang baik, dengan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan dengan kepatuhan kita terhadap aturan berbangsa dan bernegara,” pesan para narasumber.

Ditekankan pula bahwa kemajuan suatu bangsa tidak hanya diukur dari kekayaan materi, melainkan dari kualitas manusianya. Apabila moral dan akhlak masyarakat baik, maka perekonomian pun akan tumbuh sehat, ketertiban terjaga, dan kesejahteraan dapat dirasakan bersama.

Ajakan Bersatu: Tinggalkan Yang Dilarang, Kerjakan Yang Diperintah

Para tokoh agama berpesan agar seluruh warga bahu-membahu saling menguatkan dalam kebaikan.

“Kita saling bahu membahu menjaga moral generasi kita agar lebih baik, membangun akhlak kita dalam bermasyarakat. Tinggalkanlah perbuatan yang dilarang agama, kerjakanlah perintah-Nya, dan ikutilah aturan berbangsa serta bernegara dengan penuh tanggung jawab,” ucap para penceramah disambut tepuk tangan hadirin.

Harapan Dukungan Pemerintah Daerah

Di akhir kegiatan, para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara turut memperhatikan, mendukung, dan memfasilitasi keberadaan Majelis Ta’lim di Hulu Batang Pane. Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya berupa moril, melainkan juga sarana prasarana yang memadai agar Majelis Ta’lim dapat berjalan secara berkelanjutan di setiap desa.

Dengan terbentuknya Majelis Ta’lim ini, diharapkan Hulu Batang Pane tumbuh menjadi kawasan yang tidak hanya aman dan tertib, melainkan juga menjadi contoh daerah yang kokoh imannya, luhur budinya, dan makmur perekonomiannya — sesuai cita-cita para pendiri bangsa. (Tim-Red-ANC)