PELALAWAN,Autenticnews.co,-
Semangat meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW menjadi pusat perhatian dalam peringatan Hari Besar Islam (PHBI) yang diselenggarakan oleh Tim Rohis SMKN 1 Pangkalan Kerinci, Rabu (30/9/2026) bertepatan dengan 18 Rabiul Akhir 1448 Hijriah.
Mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW sebagai Mutiara Kehidupan dalam Era Modern”, kegiatan ini mengangkat dua rangkaian utama: Tabligh Akbar dan Lomba Ranking 1 Islami, yang diharap menjadi sarana memperkuat fondasi keislaman sekaligus karakter peserta didik.
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, dihadiri langsung Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, seluruh Dewan Guru, serta Tenaga Usaha dan Kepegawaian SMKN 1 Pangkalan Kerinci.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan acara. “Terima kasih untuk semuanya. Mohon maaf apabila ada hal yang kurang berkenan dalam pelaksanaan kegiatan ini,” ucapnya.
Lebih lanjut, Kepala Sekolah mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, mengamalkan ilmu yang didapat, serta belajar lebih giat lagi demi meraih masa depan yang cemerlang.
Tabligh Akbar menghadirkan penceramah Ustadz Mahbub Sholih, S.Kom, yang mengupas secara mendalam hakikat meneladani sosok Rasulullah SAW. Beliau menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW diutus ke dunia bukan hanya membawa ajaran ibadah semata, melainkan untuk menyempurnakan akhlak mulia, sebagaimana sabda beliau: “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
Meneladani Rasulullah, kata Ustadz Mahbub, berarti menjadikan pola pikir, perkataan, dan perbuatan beliau sebagai panduan hidup sehari-hari. Ada empat sifat utama yang wajib dipegang teguh:
– Siddiq (Jujur) — menjaga kejujuran dalam segala hal, baik perkataan, perbuatan, maupun hubungan sosial;
– Amanah (Dapat Dipercaya) — bertanggung jawab atas tugas, kepercayaan, dan janji yang telah diucapkan;
– Tabligh (Menyampaikan Kebajikan) — berani menyebarkan kebaikan dan saling mengingatkan dalam kebenaran dengan cara yang santun;
– Fatanah (Cerdas dan Bijaksana) — menggunakan akal serta ilmu pengetahuan untuk menyelesaikan masalah dan memajukan kehidupan bersama.
Penceramah juga menekankan pentingnya penerapan akhlak Nabi di tengah arus zaman. Di era modern ini, akhlak Rasulullah dapat diwujudkan melalui adab berinteraksi — menghormati orang tua dan guru, mengasihi sesama tanpa membeda-bedakan. Khususnya dalam bermedia sosial, generasi muda diingatkan untuk menjadi “Digital Muslim” yang memegang teguh sifat jujur dan dapat dipercaya, tidak menyebarkan berita bohong (hoaks), maupun ujaran kebencian.
Semangat menuntut ilmu juga menjadi sorotan. Lomba Ranking 1 Islami yang digelar bersamaan diharapkan menjadi pemicu semangat generasi muda untuk terus mengasah wawasan keislaman, meneladani kecerdasan dan ketekunan Rasulullah SAW.
Di akhir ceramah, disampaikan kesimpulan bahwa mengikuti sunnah dan menjaga akhlak Rasulullah SAW adalah kunci utama meraih keberkahan hidup di dunia serta keselamatan di akhirat. Kegiatan ditutup dengan harapan agar nilai-nilai luhur tersebut bukan sekadar dipahami, melainkan menjadi cermin perilaku sehari-hari warga sekolah. (Tim-ANC).













