PERANAP,INHU, Autenticnews.co
Madrasah Tsanawiyah (MTs) Miftahul Jannah di Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri hulu (Inhu) Provinsi Riau disorot. Pasalnya, akumulasi sampah visual (visual pollution) pada sarana Pendidikan tersebut, yang dapat berdampak negatif terhadap estetika lingkungan Pendidikan dan potensi kesehatan. Tumpukan sampah itu berdampingan dengan ruang lokal siswa.
Kondisi tumpukan sampah di Sekolah itu sangat memprihatinkan, dapat mencerminkan degradasi lingkungan yang signifikan di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar, menimbulkan bau yang tak sedap, Senin (15/12/2025).
Dalam keterangan yang dihimpun dari seorang guru (Kasi Kesiswaan) bahwa sampah tersebut sudah dua bulan lebih tidak diangkut, sementara pihak sekolah membayar sebesar Rp 500.000.
“Iya pak, sampah itu sudah dua bulan lebih tidak di ambil oleh yang mengangkut sampah, sementara kita bayar terus,” ujarnya.
Kami sudah menghubungi pengangkut sampah itu, katanya supirnya sakit. Tapi sudah dua bulan lebih, sampah tidak di angkut-angkut, sehingga menumpuk seperti itu.
Sementara, ketika dihubungi Asmiati, Kepala Sekolah (Kepsek) MTs Miftahul Jannah via selulernya, yang pada saat itu sedang tidak berada ditempat, ia mengatakan bahwa sampah tersebut sudah dua bulan tidak diangkut oleh mobil pengangkutan sampah, sehingga menggunung.
“Benar, sampah itu sudah dua bulan tidak di ambil oleh yang mengangkut sampah. Sementara kita bayar terus,” ujar Kepsek.
Dijelaskannya, tentang pengurus pengangkutan sampah itu dari kantor Camat, karena Kecamatan yang memiliki lokasi pembuangan sampah.
Tak usai disitu, awak media mendatangi kantor Camat untuk mendapatkan penjelasan lanjut, terkait sampah yang menumpuk di Sekolah MTs Miftahul Jannah, dan menemui Camat Peranap Yusri Erdi, M,Pd.
Dalam keterangan Yusri Erdi, M,Pd mengatakan, bahwa sampah di Sekolah itu dahulunya pihak sekolah memang meminta tolong untuk pengangkutannya, namun itu bukan kewenangan kita.
“Pihak sekolah dahulunya meminta tolong ke kita untuk pengangkutan sampah disekolah itu, tapi itu bukan kewenangan kita, itu gawe DLH,” ucap Camat Peranap.
Ditambahkan nya, kita hanya memberikan solusi ke pihak sekolah tersebut, coba berkoordinasi dengan petugas pengangkutan sampah bernama Yusbar, yang mengangkut sampah pasar, barangkali mereka bisa membantu. Jadi bukan urusan Kecamatan itu.
“Mereka bersepakat tentang pengangkutan sampah di sekolah itu. Berapa pembayaran yang disepakati oleh pihak sekolah dengan petugas pengangkut sampah itu, saya pun tidak tau,” jelas Camat Yusri Erdi.
Dalam hal ini, tumpukan sampah di MTs Miftahul Jannah itu secara substansial, menimbulkan ketidaknyamanan sarana pendidikan dengan kondisi persampahan nya. Oknum Kepsek terkesan abai menjaga kebersihan dilingkungan sekolah, terlihat sangat kumuh.(Tim-ANC)
