INHU,RIAU,Autenticnews.co,-
6 Maret 2026 – Kondisi jalan provinsi lintas Air Molek- Kuansing di Riau kini memprihatinkan. Pada hari Jumat (6/3), ditemukan banyak bagian jalan yang mengalami kerusakan berat, diduga akibat sering dilintasi mobil berat yang membawa hasil tambang batu bara dari Kecamatan Peranap.
Warga setempat pun mengeluh keras atas kondisi jalan yang semakin memburuk ini. Sebelumnya, perjalanan melalui jalur ini biasanya hanya memakan waktu sekitar satu jam. Namun, sekarang warga harus meluangkan waktu 3 hingga 4 jam hanya untuk melewati jalan tersebut. Kerusakan yang parah membuat kendaraan harus berjalan lambat, bahkan seringkali terjebak dalam kemacetan yang panjang akibat jalan yang tidak rata dan berlubang-lubang besar.
Seorang warga yang sering melintasi jalan ini, Budi (45), mengatakan bahwa kerusakan jalan sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu, namun semakin parah belakangan ini. “Setiap hari saya lewat sini untuk bekerja. Dulu cuma butuh satu jam, sekarang bisa sampai empat jam. Sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, apalagi jika ada keperluan mendesak,” ujarnya dengan nada kesal.
Selain mengganggu mobilitas warga, kondisi jalan yang rusak juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Banyak pengendara yang harus berhati-hati ekstra untuk menghindari lubang-lubang besar di jalan, terutama pada malam hari ketika visibilitas terbatas.
Pihak berwenang hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi terkait masalah ini. Warga berharap agar pemerintah provinsi segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jalan tersebut dan juga mengatur lalu lintas mobil berat agar tidak merusak jalan lagi. Mereka berharap perjalanan melalui jalur ini bisa kembali lancar dan aman seperti sebelumnya.
Masalah kerusakan jalan akibat mobil berat tambang ini bukanlah hal baru di Riau. Beberapa jalan provinsi lainnya juga pernah mengalami nasib serupa, yang menimbulkan pertanyaan tentang pengelolaan dan pemeliharaan jalan yang memadai serta pengawasan terhadap lalu lintas kendaraan berat. Semoga dengan adanya perhatian dari pihak terkait, masalah ini dapat segera diselesaikan demi kenyamanan dan keselamatan semua pengguna jalan. (R.W. Purba/Tim-ANC)
