488 Siswa Ikuti TPA di SMAN Plus Riau, Seleksi Gunakan Sistem CBT Tanpa Internet

PEKANBARU,Autenticnews.co,-

Sebanyak 488 calon peserta didik baru mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA) di SMA Negeri Plus Riau yang digelar pada tanggal 4 hingga 5 April 2026. Tahapan ini merupakan bagian krusial dalam proses seleksi ketat penerimaan siswa baru untuk tahun ajaran 2026.

Proses pendaftaran sebelumnya telah dibuka sejak 2 hingga 25 Maret 2026 melalui sistem daring di laman resmi Dinas Pendidikan Provinsi Riau. Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi, tercatat total pendaftar mencapai 1.040 orang yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Riau hingga luar daerah.

Sebaran pendaftar didominasi oleh Kota Pekanbaru sebanyak 314 orang, disusul Kampar (167 orang), Rokan Hulu (85 orang), Dumai (81 orang), Siak (73 orang), dan Bengkalis (71 orang). Sementara itu, pendaftar dari luar Provinsi Riau tercatat sebanyak 38 orang. Daerah lain seperti Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Rokan Hilir, Kuantan Singingi, dan Kepulauan Meranti juga turut menyumbang peserta dalam seleksi ini.

Setelah melewati tahap seleksi administrasi, sebanyak 488 peserta dinyatakan lolos dan berhak mengikuti ujian TPA. Ujian dilaksanakan mulai pukul 07.30 hingga 17.30 WIB dengan materi yang meliputi Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris untuk mengukur kemampuan akademik calon siswa.

Kepala SMA Negeri Plus Riau, Edi Sutono, M.Pd, menyampaikan bahwa pelaksanaan TPA tahun ini menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) yang dirancang khusus untuk menjamin kualitas dan integritas seleksi.

“Pelaksanaan TPA kita menggunakan sistem CBT berbasis jaringan lokal yang tidak terhubung dengan internet. Bahkan selama ujian berlangsung seluruh akses internet dimatikan untuk memastikan tidak ada celah kecurangan,” ujar Edi Sutono kepada media, Minggu (5/4/2026).

Ia menjelaskan, setiap ruangan telah dilengkapi dengan akses point yang langsung terhubung ke server utama sekolah, sehingga proses ujian berjalan aman, tertib, dan lancar. Menurutnya, tahun 2026 menjadi tahun kelima pelaksanaan TPA berbasis CBT di sekolah tersebut, sekaligus menandai peralihan penuh dari sistem kertas ke sistem digital yang lebih efektif dan transparan.

“Kami ingin menjaring peserta didik yang benar-benar memiliki kemampuan akademik unggul, berdaya saing global, berwawasan kebangsaan, berkarakter religius, peduli lingkungan, serta berbudaya Melayu sesuai visi sekolah,” tambahnya.

Pelaksanaan TPA tahun ini berjalan lancar tanpa kendala berarti. Bagi peserta yang dinyatakan lulus, akan melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya yang meliputi psikotes, tes kesehatan, tes fisik, kemampuan komunikasi Bahasa Inggris, serta wawancara. Sebaliknya, peserta yang tidak lulus pada tahap TPA dinyatakan gugur dan tidak dapat melanjutkan ke proses selanjutnya. (Tim-ANC)