MEDAN, Autenticnews.co,-
6 April 2026, Komitmen kuat pemerintah daerah dalam memperkuat peran PT Bank Sumut sebagai motor penggerak pembangunan daerah kembali ditegaskan melalui pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025. Acara yang digelar di Aula Kantor Pusat Bank Sumut, Medan, pada Senin (6/4) ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Padang Lawas Utara, Basri Harahap, beserta jajaran Kepala Daerah dari seluruh Kabupaten dan Kota se-Provinsi Sumatera Utara.
Rapat ini menjadi momen penting di mana seluruh pemegang saham menyepakati langkah strategis untuk meningkatkan nilai investasi melalui penguatan permodalan. Kebijakan ini diambil sebagai upaya konkret untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah serta mempersiapkan bank pembangunan daerah ini menghadapi tantangan industri perbankan nasional.
Langkah Strategis: Rekapitalisasi dan Penambahan Modal Signifikan
Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dari sejumlah agenda yang dibahas, terdapat keputusan kunci yang diambil secara musyawarah mufakat. Para pemegang saham sepakat untuk mengalokasikan kembali 15 persen dari dividen yang diterima sebagai tambahan setoran modal.
“Ini adalah bentuk nyata komitmen bersama untuk memperkuat Bank Sumut sebagai instrumen strategis pembangunan daerah. Dari dividen yang dibagikan, 15 persen kami kembalikan sebagai setoran modal,” ujar Bobby.
Selain mekanisme kapitalisasi laba tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga menunjukkan keseriusannya dengan melakukan penambahan modal sebesar Rp100 miliar. Langkah ini disusul oleh Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan yang turut menyuntikkan dana sebesar Rp70 miliar.
Menuju Target Modal Inti Rp6 Triliun
Menurut Gubernur Bobby, langkah strategis ini akan semakin memperkokoh struktur permodalan Bank Sumut yang saat ini telah mencapai sekitar Rp5,4 triliun. Penguatan modal ini menjadi kunci utama dalam mendorong transformasi status bank dari kategori KBMI I menuju KBMI II.
Langkah ini juga sejalan dengan target regulator yang menuntut pemenuhan modal inti sebesar Rp6 triliun pada tahun 2029. “Masih diperlukan sekitar Rp800 miliar lagi, dan ini akan kita capai melalui sinergi seluruh pemerintah daerah. Bank Sumut harus tumbuh lebih kuat agar mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian daerah,” tegasnya.
Dengan permodalan yang semakin kuat, diharapkan Bank Sumut tidak hanya sekadar memenuhi regulasi, tetapi juga memiliki daya tahan dan kapasitas yang lebih besar untuk menyalurkan pembiayaan bagi masyarakat dan dunia usaha di Sumatera Utara.
Turning Point bagi Fundamental Bisnis
Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Sumut (Perseroda), Heru Mardiansyah, menegaskan bahwa hasil RUPS tahun ini menjadi turning point atau titik balik yang penting dalam memperkuat fundamental bisnis bank. Keputusan para pemegang saham ini mencerminkan kepercayaan yang tinggi terhadap kinerja manajemen selama ini.
“Keputusan strategis ini mencerminkan kepercayaan dan komitmen kuat para pemegang saham terhadap kinerja Bank Sumut. Penguatan modal tidak hanya meningkatkan kapasitas usaha, tetapi juga secara langsung meningkatkan nilai investasi pemerintah daerah sebagai pemegang saham,” ujar Heru.
Ia menambahkan, tambahan modal yang didapat akan difokuskan untuk memperbesar kapasitas intermediasi perbankan. Prioritas penyaluran dana akan diarahkan kepada sektor-sektor produktif dan program-program prioritas pemerintah daerah, sehingga peran Bank Sumut sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi regional semakin optimal.
Inovasi dan Pertumbuhan Berkelanjutan
Ke depan, Bank Sumut berkomitmen untuk terus memperkuat penghimpunan dana murah, memperluas inovasi layanan digital, serta menghadirkan produk-produk perbankan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha di daerah.
Heru juga menegaskan bahwa pengembangan bisnis akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, pertumbuhan yang sehat, berkelanjutan, dan inklusif. Hal ini sejalan dengan visi Bank Sumut untuk menjadi bank andalan daerah yang benar-benar mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami optimistis, dengan sinergi yang solid antara manajemen dan seluruh pemegang saham, target penguatan modal inti sesuai ketentuan regulator dapat tercapai tepat waktu. Ini menjadi fondasi penting bagi Bank Sumut untuk melangkah lebih agresif, adaptif, dan kompetitif ke depan,” tutup Heru.
Kehadiran Basri Harahap beserta para Kepala Daerah lainnya dalam acara ini menandakan kesatuan visi dan dukungan penuh seluruh wilayah di Sumatera Utara agar Bank Sumut dapat terus maju dan memberikan manfaat maksimal bagi pembangunan daerah. (P.Hrp-ANC).
