Bupati Paluta di Wakili  Asisten I  Mendampingi Kementerian Agama Sumut,  Pelepasan 359 Jemaah Kloter 09 di Embarkasi Medan Menuju Tanah Suci

MEDAN,Autenticnews.co,-

Suasana haru dan khidmat menyelimuti Aula Madinatul Hujjaj, Asrama Haji Medan, Jumat (01/05/2026) siang. Sebanyak 359 jemaah Calon Haji Kelompok Terbang (Kloter) 09 resmi dilepas untuk memulai perjalanan suci menuju Tanah Arab. Pelepasan ini menjadi momen bersejarah bagi para calon tamu Allah yang telah lama menantikan kesempatan untuk menunaikan rukun Islam kelima tersebut.

Acara pelepasan dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara, Zulkifli Sitorus. Turut hadir mewakili Bupati Padang Lawas Utara, Reski Basyah Harahap, S.STP., M.Si, yaitu Asisten I Setdakab Lairar Rusdi Nasution, S.STP., MM, serta Sekretaris PPIH Embarkasi Medan Torang Rambe, perwakilan pemerintah daerah, dan keluarga besar jemaah.

Jemaah Kloter 09 dijadwalkan akan melakukan take-off pada pukul 17.20 WIB dari Bandara Internasional Kualanamu menuju Madinah. Rombongan ini merupakan gabungan dari berbagai daerah, dengan rincian 106 jemaah asal Kabupaten Padang Lawas Utara, 210 jemaah dari Kabupaten Padang Lawas, 30 jemaah dari Kota Sibolga, dan 7 jemaah dari Kabupaten Simalungun. Satu orang jemaah asal Padang Lawas terpaksa tidak dapat berangkat dikarenakan kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.

Menjadi Duta Bangsa, Lupakan Identitas Daerah

Dalam sambutannya, Zulkifli Sitorus menegaskan bahwa sejak melangkahkan kaki di Tanah Suci, seluruh jemaah mengemban amanah besar sebagai wajah dan duta bangsa Indonesia. Ia mengingatkan agar identitas kedaerahan dapat dilebur menjadi satu kesatuan yang utuh.

“Begitu Bapak dan Ibu berada di Tanah Suci, Bapak dan Ibu bukan lagi jemaah dari daerah tertentu, tetapi jemaah haji Indonesia. Jaga nama baik bangsa kita, saling membantu, dan saling peduli sesama jemaah,” tegas Zulkifli dengan tegas di hadapan ratusan jemaah.

Peringatan Keras: Disiplin dan Kepatuhan Aturan

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah juga memberikan catatan khusus terkait kedisiplinan dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku di Kerajaan Arab Saudi. Salah satu hal yang paling ditekankan adalah soal dokumentasi atau pengambilan gambar.

“Jangan melanggar aturan Pemerintah Arab Saudi. Ada tempat-tempat tertentu yang sangat dilarang untuk berfoto atau mengambil video. Jika melanggar, sanksinya sangat berat, bisa hingga deportasi,” ujarnya memberikan peringatan.

Selain itu, ia mengingatkan seluruh jemaah untuk selalu menjaga keamanan dokumen-dokumen vital seperti paspor dan Kartu Nusuk agar tidak hilang atau tercecer. Jemaah juga diinstruksikan untuk selalu kompak dan berada dalam rombongan, mulai dari turun dari pesawat hingga proses penempatan di hotel.

Jemaah Termuda dan Tertua

Dalam rombongan Kloter 09 ini, terdapat kisah menarik terkait usia para jemaah. Tercatat, jemaah termuda adalah Abdul Halim Siregar (24 tahun) yang berasal dari Padang Lawas. Sementara itu, jemaah tertua adalah Roin Siregar (86 tahun) yang datang dari Padang Lawas Utara. Kehadiran mereka membuktikan bahwa semangat beribadah tidak mengenal batas usia.

Didampingi Tim Profesional

Untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran ibadah, seluruh jemaah akan didampingi oleh tim petugas yang profesional. Tim Kloter 09 dipimpin langsung oleh Mahmud Salim Harahap selaku TPHI (Tim Pembimbing Haji Indonesia). Ia dibantu oleh tim pembimbing ibadah, tenaga medis yang terdiri dari dokter dan paramedis, serta Petugas Haji Daerah (PHD) yang siap melayani kebutuhan administrasi dan logistik.

Untuk akomodasi, jemaah telah disiapkan tempat menginap yang layak. Di Madinah, mereka akan menempati Hotel SEDRT Al Madinah sektor 4, sedangkan di Makkah akan ditempatkan di Hussein Biareyd Hotel sektor 6.

Acara diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh para tokoh agama dan pejabat yang hadir. Keluarga yang melepas turut mendoakan agar seluruh jemaah diberikan kesehatan, kelancaran, dan dapat kembali ke tanah air dengan predikat Haji Mabrur. (P.Hrp-ANC)