Jembatan Penyeberangan Rampa Jae–Rampa Julu Memprihatinkan, Warga Minta Pemerintah Segera Perbaiki Sebelum Menelan Korban

Oplus_131072

PALUTA, SUMUT,Autententicnews.co,-

Kondisi jembatan penyeberangan yang menjadi satu-satunya penghubung antara Desa Rampa Jae dan Desa Rampa Julu, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara, kini berada dalam kondisi sangat memprihatinkan dan dinilai membahayakan keselamatan warga yang melintas setiap harinya. Lantai jembatan yang terbuat dari papan kayu terlihat banyak berlubang, rapuh, dan lapuk dimakan usia, sehingga mengancam nyawa setiap penggunanya, terutama anak-anak sekolah yang harus melintas berulang kali setiap hari.

Foto: Rambin penghubung Desa Rampa jae ke Ranba julu.

Kondisi Jembatan Sangat Memprihatinkan, Berlubang dan Rapuh

Berdasarkan hasil pantauan langsung di lapangan, jembatan tersebut terlihat semakin rapuh dari hari ke hari. Sebagian besar papan lantai sudah tidak kokoh lagi, banyak yang berlubang besar hingga memperlihatkan ruang kosong di bawah jembatan. Bahkan di beberapa bagian, papan lantai sudah hilang atau patah sama sekali, sehingga warga yang melintas terpaksa harus berhati-hati memilih pijakan demi menghindari jatuh. Tidak hanya lantai, kayu penopang jembatan di beberapa titik juga mulai terlihat lapuk dan keropos, menambah kekhawatiran akan kemungkinan jembatan ambruk sewaktu-waktu.

Kekhawatiran Warga, Khususnya Keselamatan Anak Sekolah

Foto: Saparuddin Simamora tenaga pengajar di madrasah ibtidaiyah swasta Darul ulum Rampa jae 

Safaruddin Simamora, tenaga pengajar di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Darul Ulum Rampa Jae sekaligus tokoh masyarakat setempat, menyampaikan kekhawatiran yang mendalam atas kondisi jembatan tersebut. “Kami sangat khawatir. Lubang-lubang di lantai jembatan itu semakin hari semakin besar. Bisa sewaktu-waktu menyebabkan kecelakaan, baik bagi pejalan kaki maupun pengendara yang melintas,” ungkapnya dengan nada cemas.

Kekhawatiran warga semakin meningkat karena jembatan ini merupakan satu-satunya akses utama yang dilalui puluhan anak-anak sekolah dari Desa Rampa Julu setiap pagi dan sore untuk berangkat dan pulang sekolah di Desa Rampa Jae. Dengan kondisi lantai yang berlubang, licin, dan semakin berbahaya terutama saat musim hujan, risiko anak-anak tergelincir, jatuh, hingga terperosok ke bawah jembatan sangatlah besar.

Foto : Batu di bawah Rambin penghubung Desa Rampa jae ke Rampa julu 

“Anak-anak sekolah kita melintas di sini setiap hari. Kalau sampai ada yang celaka, siapa yang bertanggung jawab? Kami tidak ingin menunggu sampai ada korban baru pemerintah bertindak,” tegas seorang tokoh masyarakat lainnya dari Desa Rampa Julu.

Akses Vital yang Menggerakkan Ekonomi dan Sosial Warga

Selain menjadi jalur utama anak-anak sekolah, jembatan ini juga merupakan urat nadi transportasi warga kedua desa untuk beraktivitas sehari-hari. Lewat jembatan ini warga mengangkut hasil kebun, berpergian ke pusat kecamatan maupun kabupaten, serta menjalankan berbagai kegiatan sosial dan ekonomi. Jika jembatan ini dibiarkan rusak dan akhirnya tidak dapat dilalui lagi, maka seluruh aktivitas kehidupan masyarakat di kedua desa tersebut akan terganggu secara parah.

Warga Desak Pemerintah Segera Turun dan Perbaiki Sebelum Terjadi Hal yang Tidak Diinginkan

Melihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan ini, warga dan tokoh masyarakat dari kedua desa secara bersama-sama memohon kepada Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara, melalui dinas terkait, untuk segera menurunkan tim ke lokasi guna melakukan pengecekan menyeluruh dan melakukan perbaikan segera. Warga menegaskan bahwa perbaikan harus dilakukan sebelum terjadi kecelakaan yang menelan korban jiwa.

“Kami memohon perhatian pemerintah daerah. Jangan biarkan jembatan ini dibiarkan rusak begitu saja. Perbaikilah sebelum menelan korban jiwa. Keselamatan warga, terutama anak-anak sekolah, harus menjadi prioritas utama,” tegas tokoh masyarakat tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tindak lanjut resmi maupun peninjauan langsung dari pihak pemerintah daerah terkait kondisi jembatan tersebut. Warga berharap suara dan keluhan ini segera disambut baik, ditindaklanjuti dengan pembangunan jembatan yang lebih kuat, aman, dan tahan lama demi kenyamanan dan keselamatan bersama. (P.hrp-ANC)

Exit mobile version