BAGANSIAPIAPI,Autenticnews.co,-
Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) besutan Perum Bulog mendadak langka di pasaran Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir. Kondisi ini memicu lonjakan harga signifikan di tingkat pedagang eceran.
Defri nurizan selaku Wakil Sekretaris PD KAMI (komunitas aktivis muda Indonesia) bersama Andre Daeng dari pimred media Pesisirbertuah.com dan Melky dari kabiro Autenticnews.com menerima laporan warga. Tim gabungan langsung turun melakukan investigasi lapangan pada akhir Agustus 2026.
BERAS SPHP LANGKA, HARGA ECERAN DI BAGANSIAPIAPI MELONJAK
Hasil peninjauan pada sejumlah kedai grosir di wilayah Bagan Hulu dan Jalan Bintang Hilir membuktikan fakta lapangan. Beras SPHP kemasan lima kilogram dijual seharga Rp70.000 hingga Rp75.000. Kemasan sepuluh kilogram bahkan menembus kisaran Rp140.000 hingga Rp145.000.
Padahal, Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto melalui Kementerian Pertanian menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) nasional sebesar Rp12.500 per kilogram. Fakta tersebut menunjukkan disparitas harga yang sangat tajam dari ketentuan resmi pemerintah pusat.
TIM GABUNGAN CEK LANGSUNG HARGA BERAS SPHP DI PASAR
Tim gabungan mendatangi kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pasar (Disperindagsar) Kabupaten Rokan Hilir untuk meminta klarifikasi resmi. Langkah konfirmasi ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik guna menjamin akurasi dan keberimbangan informasi.
Pertemuan pertama berlangsung pada Senin, 31 Agustus 2026. Kepala Disperindagsar Muhammad Fauzi, S.IP, M.Si, M.H menolak memberikan penjelasan langsung kepada awak media.
”Sebaiknya ke bidangnya terlebih dahulu abang. Nanti datang lagi ke kantor, saya arahkan ke bidangnya. Setelah itu baru ke saya kalau masih ada kekurangan, jangan sedikit-sedikit langsung ke saya,” ujar Fauzi kadis perindagsar.
Tim gabungan kembali mendatangi kantor Disperindagsar pada rabu, 2 September 2026, Namun, Kepala Dinas tidak berada di tempat saat jam kerja berlangsung.
Supir kepala dinas menyampaikan keterangan terkait ketidakhadiran atas atasannya tersebut.
”Entah ke mana kadisnya bang. Saya sudah dua kali masuk ke ruangannya tidak jumpa. udah buat janji sama kadis bang? Nanti saya hubungi karena saya baru selesai cuci mobil beliau. Kalau sudah jumpa, nanti saya kabari abang,” ucap sang supir di lokasi.
HARGA BERAS SPHP TEMBUS RP75 RIBU, DISPERINDAGSAR DIMINTA KLARIFIKASI
Upaya konfirmasi lanjutan melalui pesan aplikasi WhatsApp kepada, Muhammad Fauzi, S.IP, M.Si, M.H, tidak membuahkan hasil hingga berita ini diterbitkan. Pejabat terkait tidak memberikan respons apapun terhadap pertanyaan jurnalis.
Pemberitaan ini disusun secara deskriptif berdasarkan fakta investigasi lapangan dan konfirmasi berimbang. Tim redaksi tetap membuka ruang hak jawab serta klarifikasi bagi kadis Disperindagsar rohil dan seluruh pihak terkait guna menjawab persoalan dari masyarakat rokan Hilir ini.
Hingga berita ini di terbitkan kadis Disperindagsar belum memberikan respons dan tanggapan untuk persoalan ini, dan media ini masih menunggu jawaban dari kadis tersebut.(Melky-ANC)












