ROKANHILIR, Autenticnews.co,-
Manajer Ujung PT Jatim Jaya Perkasa, Nur Fuadi, bersama seluruh jajaran manajemen dan karyawan perusahaan menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan di Masjid Al-Mustofa, yang berlokasi di dalam kompleks perkebunan PT Jatim Jaya Perkasa, Desa Sungai Majo, Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, pada Sabtu malam, 5 September 2026, dimulai setelah shalat Isya.
Acara yang dihadiri ratusan jamaah, terdiri dari karyawan, keluarga besar perusahaan, serta warga sekitar lingkungan perkebunan ini, berlangsung dengan suasana yang syahdu dan penuh keimanan. Dalam kesempatan istimewa tersebut, panitia mengundang tokoh agama Al-Ustadz Samsul Bahri, S.Pd.I., untuk menyampaikan tausiyah dengan tema yang menyentuh hati: “Sudah Pantaskah Kita Bertemu Baginda Rasulullah ﷺ?”
Keterlibatan Manajemen dan Karyawan Wujud Kepedulian Spiritual
Dalam sambutannya, Nur Fuadi selaku Manajer Ujung PT Jatim Jaya Perkasa menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremonial belaka, melainkan momen penting untuk meneladani akhlak, keteladanan, dan ajaran luhur yang dibawa oleh Rasulullah SAW.
“Kami mengundang seluruh keluarga besar PT Jatim Jaya Perkasa untuk berkumpul di rumah Allah, merayakan kelahiran manusia paling mulia sepanjang sejarah. Semoga melalui pertemuan ini, kita semakin mencintai beliau, semakin mengikuti jejak langkah beliau, dan menjadikan akhlak Rasulullah sebagai teladan dalam bekerja, berkeluarga, dan bermasyarakat,” ujar Nur Fuadi disambut tepuk tangan jamaah.
Kehadiran pimpinan perusahaan beserta jajaran dan karyawan dalam acara keagamaan ini menunjukkan komitmen PT Jatim Jaya Perkasa untuk tidak hanya mengutamakan aspek bisnis dan produktivitas, tetapi juga membangun lingkungan kerja yang religius, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai keimanan.
Tausiyah Ustadz Samsul Bahri: Introspeksi Diri Sebelum Mengharap Pertemuan dengan Rasulullah
Puncak acara adalah penyampaian tausiyah oleh Al-Ustadz Samsul Bahri, S.Pd.I. Dengan gaya penyampaian yang lembut namun menohok hati, beliau mengajak seluruh jamaah merenungkan tema yang diangkat: “Sudah Pantaskah Kita Bertemu Baginda Rasulullah ﷺ?”
Ustadz Samsul Bahri menyampaikan bahwa kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW tidak cukup hanya diucapkan dengan lisan, tetapi harus dibuktikan dengan ketaatan kepada Allah SWT dan pengamalan sunnah Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
“Bertemu Rasulullah ﷺ di akhirat kelak, bahkan di alam mimpi sekalipun, adalah kebahagiaan yang luar biasa. Namun, pertanyaan besarnya: apakah kita sudah pantas? Apakah kita sudah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya? Apakah akhlak kita sudah mencerminkan akhlak beliau?” papar Ustadz Samsul Bahri.
Beliau menambahkan, kunci untuk bisa bertemu Rasulullah SAW dan mendapatkan syafaat beliau adalah dengan menjaga ketaatan, memperbaiki akhlak, menyambung silaturahmi, dan senantiasa berusaha menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. Jamaah yang hadir tampak menyimak dengan khidmat, tak sedikit yang meneteskan air hati merenungkan pesan-pesan yang disampaikan.
Harapan: Menjadi Umat yang Bertakwa dan Layak Mendapat Syafaat
Di akhir acara, panitia dan seluruh jamaah berdoa bersama dengan penuh harap. Harapan yang diucapkan adalah semoga peringatan Maulid Nabi ini menjadi titik tolak kebaikan bagi seluruh keluarga besar PT Jatim Jaya Perkasa, warga Desa Sungai Majo, dan seluruh umat Islam.
“Semoga kita semua menjadi umat yang bertakwa kepada Allah SWT, menjalankan segala perintah-Nya, dan menjauhi segala larangan-Nya. Semoga dengan demikian, kelak kita termasuk orang-orang yang pantas untuk bertemu dengan Baginda Rasulullah Muhammad SAW di hari akhir nanti. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.” — demikian harapan yang disampaikan secara bersama-sama pada penutup acara.
Acara berakhir sekitar pukul 22.30 WIB dengan doa penutup dan salam, meninggalkan kesan mendalam bagi setiap jamaah yang hadir. Kegiatan ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi antar karyawan dan warga, tetapi juga memperkuat fondasi keimanan dan ketakwaan sebagai bekal kehidupan di dunia dan akhirat. (A.A.Harahap-ANC)
