LAPAS BAGANSIAPIAPI DAN PUSKESMAS GELAR SKRINING HIV TERHADAP 150 WBP

Oplus_131072

ROKAN HILIR, Autenticnews.co,-

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi bersinergi dengan Puskesmas Bagansiapiapi menyelenggarakan kegiatan skrining Human Immunodeficiency Virus (HIV) terhadap 150 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang telah merampungkan masa isolasi sebagai tahanan baru. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 14 April 2026, di lingkungan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.

Upaya Sistematis Kendalikan Risiko Kesehatan WBP

Dalam rangka memperkuat pengawasan kesehatan di dalam lembaga pemasyarakatan, kegiatan skrining HIV ini diselenggarakan secara rutin sebagai bagian dari prosedur standar penerimaan tahanan baru. Tujuan utama pelaksanaan program ini adalah mengidentifikasi secara dini potensi penyandang HIV dan AIDS di wilayah Kabupaten Rokan Hilir, sekaligus menekan laju penyebarannya di lingkungan yang bersifat terbatas dan padat.

Selain itu, program ini turut berkontribusi dalam mendukung program nasional pengendalian HIV/AIDS yang digalakkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Melalui kolaborasi lintas instansi antara Lapas dan fasilitas kesehatan publik, diharapkan temuan kasus dapat segera ditindaklanjuti dengan pendampingan medis yang tepat.

Prosedur Pemeriksaan: Tes Darah, Wawancara, dan Rekam Kesehatan

Rangkaian pemeriksaan dilaksanakan oleh tenaga medis Lapas Bagansiapiapi bersama tim dari pihak Puskesmas Bagansiapiapi. Secara bergantian, para WBP menjalani tes darah guna mendeteksi keberadaan virus HIV, diikuti dengan sesi wawancara mendalam dan pencatatan riwayat kesehatan masing-masing individu dalam beberapa waktu terakhir.

Prosedur ini dirancang tidak sekadar bersifat klinis, melainkan juga membuka ruang dialog antara petugas medis dan warga binaan, sehingga potensi masalah kesehatan lain yang belum teridentifikasi dapat turut dipantau sejak awal masa pembinaan.

Kalapas: Pemantauan Rekam Medis WBP Jadi Prioritas

Kepala Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik, menegaskan bahwa kegiatan skrining kesehatan merupakan bagian integral dari sistem pengawasan internal lapas.

“Kegiatan ini untuk memastikan bahwa rekam medis dan kesehatan warga binaan bisa kita pantau, sehingga tidak ada penyebaran potensi penyakit di dalam,” ungkap Agus Imam Taufik, Selasa (14/4/2026).

Lebih lanjut, pernyataan tersebut mencerminkan komitmen institusional Lapas Bagansiapiapi dalam mengelola kesehatan populasi binaan secara bertanggung jawab. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa fungsi pemasyarakatan tidak hanya mencakup aspek hukum dan keamanan, melainkan juga pembinaan fisik dan kesehatan setiap WBP.

Kontribusi terhadap Pengendalian HIV/AIDS di Rokan Hilir

Dalam konteks yang lebih luas, pelaksanaan skrining HIV di Lapas Bagansiapiapi memiliki dampak strategis bagi upaya pengendalian penyebaran penyakit menular di Kabupaten Rokan Hilir. Mengingat populasi lapas yang bersifat tertutup dan rentan, deteksi dini menjadi instrumen krusial dalam memutus mata rantai penularan virus.

Sinergi antara Lapas Bagansiapiapi dan Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama mencerminkan model tata kelola kesehatan berbasis komunitas yang inklusif. Ke depan, pola kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi rujukan praktik terbaik bagi lembaga pemasyarakatan lain di Provinsi Riau. (Melky -ANC)