Diduga Bekingi SPBU Bongkal Malang, Pria Mengaku “Panglima” Bentak Wartawan

Oplus_131072

INDRAGIRIHULU,Autenticnews.co,-

Situasi di SPBU Bongkal Malang, Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, sempat memanas pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Seorang awak media yang datang untuk melakukan konfirmasi terkait kelangkaan solar dan panjangnya antrean kendaraan justru mendapat bentakan dari seorang pria yang mengaku bernama Juwito dan menyebut dirinya sebagai “panglima” di lokasi tersebut.

Kedatangan awak media ke SPBU tersebut awalnya untuk mencari informasi terkait kondisi solar yang disebut telah habis, padahal hari masih pagi sementara antrean kendaraan terlihat cukup panjang. Saat awak media melakukan dokumentasi dan hendak meminta keterangan terkait kondisi tersebut, tiba-tiba seorang pria mendatangi dan melontarkan pernyataan dengan nada keras.

“SPBU ini sikit-sikit viral. Saya panglimanya di sini. Saya juga dari media, Saya tunggu, mau jadi apa,” ujar pria tersebut dengan nada membentak.

Sikap tersebut membuat awak media merasa heran karena kedatangannya ke lokasi disebut hanya untuk menjalankan tugas jurnalistik, yakni melakukan konfirmasi dan mencari informasi terkait kondisi BBM jenis solar yang menjadi perhatian masyarakat.

Awak media kemudian mempertanyakan kepada pihak SPBU yang bernama Can mengenai siapa Juwito dan apa kapasitasnya di SPBU tersebut. Namun, ketika ditanya mengenai status dan keberadaan Juwito di lokasi, Can justru memberikan jawaban yang dinilai tidak menjelaskan secara langsung.

“Kalau mau mampir ke rumah bapak ini, insyaallah ada air minum dan nasi di sana,” ujar Can.

Jawaban tersebut dinilai merendahkan tugas sebagai jurnalistik dan semakin menimbulkan tanda tanya mengenai hubungan Juwito dengan aktivitas di SPBU Bongkal Malang. Terlebih, pria tersebut terlihat berani membentak dan mempertanyakan kegiatan wartawan yang sedang melakukan konfirmasi.

Awak media menyayangkan adanya sikap intimidatif terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. Menurutnya, jika terdapat persoalan terkait pemberitaan atau dokumentasi di lokasi, semestinya dapat disampaikan secara baik dan melalui mekanisme klarifikasi, bukan dengan bentakan maupun pernyataan yang terkesan mengintimidasi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai kapasitas resmi Juwito di SPBU Bongkal Malang serta alasan dirinya mengaku sebagai “panglima” di lokasi tersebut. Pihak SPBU juga belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi kelangkaan solar dan panjangnya antrean kendaraan yang menjadi dasar kedatangan awak media. (ANA-ANC)