UJUNGBATU,Autenticnews.co,-
Kapolsek Ujung Batu, Kompol Buyung Kardinal, bersama sejumlah personel Polsek Ujung Batu, menyambangi kediaman Ibu Siti, seorang warga lanjut usia (lansia) yang beralamat di lingkungan Perumahan Putri Melayu, Desa Pematang Tebih, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, pada Rabu (9/9/2026). Kedatangan ini dilakukan sebagai bentuk silaturahmi sekaligus menyampaikan permohonan maaf secara langsung atas peristiwa yang sempat viral di media sosial pada 7 September 2026, yang melibatkan anggota Bhabinkamtibmas setempat.
Peristiwa yang menjadi sorotan publik bermula ketika Bhabinkamtibmas Desa Pematang Tebih, Efendi Siregar, datang ke kediaman Ibu Siti untuk mempertanyakan keberadaan menantunya. Namun, dalam penyampaiannya, Efendi Siregar diketahui menggunakan nada bicara yang tinggi, terkesan menghardik, dan tidak mencerminkan sikap pelayanan yang seharusnya dimiliki seorang aparat penegak hukum, terlebih seorang Bhabinkamtibmas yang bertugas mendekati masyarakat. Perilaku tersebut kemudian terekam dan menyebar luas di media sosial, memicu reaksi masyarakat yang menilai tindakan tersebut tidak pantas dan tidak mencerminkan jati diri Polri yang humanis.
Menyikapi hal tersebut, Kapolsek Ujung Batu, Kompol Buyung Kardinal, turun langsung mendatangi kediaman Ibu Siti untuk meminta maaf secara resmi, baik selaku pimpinan maupun secara pribadi, atas perlakuan yang dilakukan oleh anggotanya. Dalam pertemuan tersebut, Kompol Buyung Kardinal didampingi oleh Kanit Bhabinkamtibmas Aiptu Harry, Bhabinkamtibmas Efendi Siregar, serta personel Unit Lantas dan Unit Intel Polsek Ujung Batu.
“Saya datang ke sini untuk menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Ibu Siti dan seluruh keluarga atas perlakuan yang tidak semestinya dilakukan oleh anggota kami. Apa yang terjadi tersebut sama sekali tidak mencerminkan seorang anggota Polri, apalagi sebagai Bhabinkamtibmas yang seharusnya hadir di tengah masyarakat dengan sikap yang ramah, humanis, dan mampu memberikan rasa aman serta nyaman kepada warga di wilayah binaannya,” ujar Kompol Buyung Kardinal di hadapan keluarga Ibu Siti.
Lebih lanjut, Kapolsek menyampaikan bahwa peristiwa ini akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi seluruh jajaran Polsek Ujung Batu untuk terus melakukan pembenahan internal, memperketat pengawasan perilaku anggota, serta meningkatkan kualitas pelayanan dan sikap kepada masyarakat. Ia berharap, kejadian ini dapat menjadi pelajaran berharga sehingga ke depannya tidak terulang kembali, dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri dapat semakin terjaga dan ditingkatkan.
“Mudah-mudahan dengan adanya kejadian ini, kami dari Polsek Ujung Batu bisa berbenah diri, memperbaiki segala kekurangan, dan menjadi lebih baik lagi dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Toat, anak dari Ibu Siti, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang tulus atas langkah Kapolsek Ujung Batu beserta jajarannya yang telah meluangkan waktu untuk datang langsung ke kediaman mereka dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Pihak keluarga pun menyatakan telah memaafkan Efendi Siregar atas kesalahan yang diperbuat.
“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolsek Ujung Batu Kompol Buyung Kardinal beserta seluruh anggota yang sudah berkenan datang langsung ke rumah ibu kami. Kami juga sudah memaafkan Bapak Bhabinkamtibmas Efendi Siregar atas kejadian beberapa hari lalu yang sempat viral di media sosial. Semoga hal seperti ini tidak terulang kembali di kemudian hari,” ungkap Toat.
Ia juga berharap ke depannya, seluruh jajaran Bhabinkamtibmas dapat benar-benar hadir sebagai sosok pelindung dan mitra masyarakat, bukan sosok yang menakuti. Menurutnya, keberadaan Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat adalah bentuk kepedulian Polri dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta membangun komunikasi yang harmonis dan saling menghormati antara aparat dan warga.
“Kami berharap ke depannya kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Bhabinkamtibmas seharusnya menjadi bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat, sehingga masyarakat merasa aman, nyaman, dan terlindungi, bukan sebaliknya. Semoga ke depannya hubungan antara aparat dan masyarakat semakin harmonis dan saling percaya,” tutup Toat. (Tim-Red-ANC)












