Jaga Tembilahan dari Ancaman Karhutla: Patroli Udara, Blusukan ke Pasar, hingga Imbauan Langsung ke Warga

Oplus_131072

TEMBILAHAN,Autenticnews.co,-

Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang setiap tahun menjadi momok bagi masyarakat kembali diwaspadai secara serius di wilayah Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir. Untuk itu, jajaran Polsek Tembilahan tidak tinggal diam, melainkan mengerahkan segala kemampuan melalui langkah pencegahan menyeluruh — mulai dari pemantauan dari angkasa, patroli darat, hingga turun langsung berbaur di tengah keramaian pasar dan permukiman warga.

Di bawah komando langsung Kapolsek Tembilahan, IPDA Ripal Indrawata, S.H., M.H., seluruh personel dikerahkan untuk memantau, mengawasi, sekaligus menyadarkan masyarakat agar bersama-sama mencegah terjadinya kobaran api yang dapat memusnahkan hutan, lahan, dan mengganggu kualitas hidup seluruh warga.

Patroli dari Udara: Pantau Wilayah yang Sulit Dijangkau

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pemantauan dan patroli dari udara. Melalui pengawasan dari ketinggian, petugas dapat menjangkau kawasan-kawasan terpencil, rawan, maupun lokasi yang sulit diakses melalui jalur darat. Dengan demikian, titik panas, asap tipis, maupun tanda-tanda awal kebakaran dapat terdeteksi lebih dini sebelum api meluas menjadi bencana yang tak terkendali.

Pemantauan ini dilakukan secara berkala, terutama saat cuaca sedang panas dan kering, di mana risiko kebakaran lahan meningkat tajam. Setiap perubahan yang mencurigakan segera dicatat dan ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung ke lokasi.

Turun ke Pasar dan Permukiman: Pesan Pencegahan Disampaikan Langsung ke Warga

Namun, upaya pencegahan tidak hanya dilakukan dari atas. Kapolsek Tembilahan beserta tim juga turun ke jalan, menyusuri pasar, pusat keramaian, hingga masuk ke lingkungan permukiman warga. Dalam kegiatan blusukan ini, IPDA Ripal tidak sekadar berpatroli, melainkan menyampaikan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) secara langsung, berdialog, dan mengingatkan warga agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Kepada para pedagang, pengunjung pasar, serta warga yang ditemui di rumah-rumah, disampaikan bahwa membakar lahan, semak belukar, maupun tumpukan sampah sangat berisiko. Percikan api yang ditinggalkan begitu saja dapat dengan cepat merambat, terlebih jika dibantu angin kencang dan kondisi tanah yang kering. Api yang tampak kecil dan sepele dalam sekejap dapat berkobar menjadi kebakaran besar yang melahap hutan dan lahan luas.

Karhutla Bukan Sekadar Kebakaran, Ini Mengancam Semua Pihak

IPDA Ripal mengingatkan bahwa dampak Karhutla jauh melampaui sekadar kerusakan lingkungan. Asap yang dihasilkan akan menyebar luas, mengganggu pernapasan warga — terutama anak-anak, lansia, dan penderita penyakit tertentu — serta mengurangi jarak pandang yang membahayakan keselamatan berlalu lintas. Aktivitas harian warga menjadi terganggu, dan biaya pemulihan lingkungan yang rusak sangat besar.

“Pencegahan Karhutla bukanlah tugas kepolisian semata, melainkan tanggung jawab kita semua. Kami mengajak seluruh masyarakat Tembilahan untuk berperan aktif: jangan membuka lahan dengan cara membakar, hindari membuang puntung api sembarangan, dan segera laporkan kepada pihak berwenang apabila melihat adanya titik api atau asap yang mencurigakan,” tegas Kapolsek Tembilahan.

Komitmen Tetap Hadir, Lindungi Tembilahan dari Asap dan Api

Melalui kombinasi patroli udara, pemantauan rutin, sambang ke desa-desa, serta penyuluhan langsung ke masyarakat, Polsek Tembilahan menegaskan tekadnya untuk selalu hadir di tengah warga. Kehadiran ini bukan hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, melainkan juga untuk melindungi lingkungan tempat warga tinggal, agar Tembilahan terhindar dari kepungan kabut asap yang menyengat dan kobaran api yang memusnahkan.

Semoga langkah-langkah ini dapat membangun kesadaran bersama, sehingga Tembilahan tetap aman, sejuk, dan sehat untuk dihuni oleh kita semua, serta generasi mendatang. (RWP-ANC)

Exit mobile version