Dinkes Kampar Raih Peringkat Pertama Evaluasi Cek Kesehatan Gratis 2026 Se-Provinsi Riau 461.911 Warga Telah Diperiksa, Capaian Meningkat Signifikan

Oplus_131072

BANGKINANG,Autenticnews.co,-

Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar mencatat prestasi membanggakan dalam pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tahun 2026, meraih peringkat pertama secara keseluruhan se-Provinsi Riau. Capaian ini dipaparkan dalam pertemuan evaluasi pelaksanaan program yang berlangsung di Hotel Furaya, Pekanbaru, pada pertengahan Oktober 2026.

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, dr. Zulhendra Das’at, M.H.Kes., dan dihadiri Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas, Poppy Rahmadini, SKM., M.Si., beserta jajaran. Turut hadir seluruh Kepala Puskesmas dan Penanggung Jawab Program CKG dari 32 Puskesmas di lingkungan Kabupaten Kampar, serta tim kerja Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Primer dan Penyakit Tidak Menular Dinkes Kampar.

Capaian yang Menggembirakan, Namun Tetap Ada Ruang Perbaikan

Dalam arahannya, dr. Zulhendra menegaskan bahwa peringkat pertama yang diraih merupakan buah dari komitmen kolektif dan kerja keras seluruh unsur yang terlibat. Namun demikian, ia menekankan bahwa capaian kuantitas harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan.

“Capaian ini menjadi gambaran atas komitmen dan kerja bersama seluruh jajaran dalam mendorong pelaksanaan program CKG agar dapat menjangkau masyarakat secara luas. Namun capaian tersebut perlu terus diiringi dengan peningkatan kualitas pelaksanaan program,” ujar dr. Zulhendra.

Evaluasi, lanjutnya, bukan sekadar melihat angka cakupan, melainkan memastikan pemeriksaan berjalan akurat, data tercatat dengan tepat, dan setiap warga yang membutuhkan penanganan lanjutan segera mendapatkan pelayanan yang sesuai.

Program CKG pada hakikatnya merupakan upaya strategis deteksi dini faktor risiko dan penyakit di tengah masyarakat. Melalui pemeriksaan ini, potensi masalah kesehatan dapat teridentifikasi lebih awal, sehingga intervensi dapat dilakukan secara tepat waktu dan tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.

Capaian Meningkat 5 Persen dalam 15 Hari, Namun Distribusi Masih Beragam

Kepala Bidang Kesprimkom, Poppy Rahmadini, memaparkan data per tanggal 20 September 2026 bahwa sebanyak 461.911 warga di Kabupaten Kampar telah menerima pelayanan CKG, atau setara dengan 50 persen dari total sasaran setelah dilakukan pemutakhiran data.

Pertumbuhan capaian terlihat signifikan: dalam kurun waktu hanya 15 hari — dari tanggal 5 hingga 20 September — persentase cakupan berhasil naik dari 45 persen menjadi 50 persen.

Meski tren positif terlihat jelas, capaian antar kelompok sasaran menunjukkan ketimpangan yang masih memerlukan perhatian khusus:

– Usia sekolah: 74%

– Dewasa: 50%

– Lansia: 38%

– Balita dan anak prasekolah: 25%

– Bayi baru lahir: 17%

Poppy menyampaikan bahwa variasi capaian ini menjadi fokus utama perbaikan ke depan. Beberapa aspek yang perlu diperkuat antara lain sosialisasi yang lebih masif, pemanfaatan dan penginputan data melalui aplikasi secara konsisten, integrasi antar sistem pencatatan, pemenuhan kebutuhan bahan medis habis pakai, serta peningkatan koordinasi lintas sektor.

Langkah Tindak Lanjut: Dari Data Menjadi Tindakan Nyata

Sebagai kelanjutan dari hasil evaluasi, Dinkes Kampar menetapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat pelaksanaan CKG ke depan, meliputi:

– Otomasi dan validasi data — mempercepat proses input serta pembersihan data agar informasi yang dihasilkan akurat dan dapat diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan.

– Verifikasi alat pemeriksaan — memastikan peralatan yang digunakan di setiap Puskesmas berfungsi dengan baik sehingga hasil pemeriksaan valid.

– Pemetaan kesehatan berbasis hasil CKG — mengolah data skrining untuk mengetahui pola dan sebaran masalah kesehatan di setiap wilayah.

– Integrasi dengan program penemuan penyakit — hasil CKG akan dimanfaatkan secara khusus untuk mendukung penemuan dan penelusuran kasus Tuberkulosis (TB), sehingga masyarakat yang berisiko dapat terdeteksi lebih cepat.

– Penguatan kerja sama dengan BPJS dan FKTP — menjamin kesinambungan pelayanan bagi warga yang memerlukan penanganan lanjutan pasca pemeriksaan.

Dengan berbagai langkah perbaikan yang telah dirancang, Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar menargetkan program Cek Kesehatan Gratis tidak hanya berhasil mencetak angka cakupan yang tinggi, tetapi juga menghasilkan data kesehatan yang kredibel, mendukung intervensi yang lebih tepat sasaran, serta berjalan secara efektif, terukur, dan berkesinambungan demi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Kampar. (Tim-Red-ANC)

Exit mobile version