PALUTA,Autenticnews.co,
Kepala sekolah , SDN 100370 Desa Sungai Datar, kecamatan Dolok, kabupaten Padang lawas Utara, provinsi Sumatera Utara, Bungkam di konfirmasi wartawan Autenticnews-co, terkait pengelolaan dan penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah tahun anggaran 2023 sampai dengan tahun anggaran 2025, diduga penggunaannya tidak tepat sasaran puluhan juta rupiah.
Dimana anggaran Dana BOS yang diterima Kepala sekolah SDN 100370 Desa sungai datar Dewi Puspita Nasution di tahun 2023 sebesar Rp 180.300.000 dengan jumlah siswa 185 orang, penerimaan dana tersebut dua tahap, tahap pertama dana diterima 13 April 2023 Sebesar Rp 90.650.000, Tahap ke dua dana Diterima tanggal 24 juli 2023 sebesar Rp 90.650.000.
Kemudian pencairan Dana BOS tahun 2024 sebesar Rp167.580.000 dengan jumlah siswa 171 orang, penerimaan dana BOS tersebut dilaksanakan 2(dua) tahap,
Penerimaan tahap 1 (satu) pada tanggal 19 Januari 2024 sebesar Rp 83.790.000.
dan penerimaan Dana tahap 2 pada tanggal 12 Agustus 2024 sebesar Rp 83.790.000.
Berlanjut di tahun 2025 , Dana BOS diterima Kepala sekolah SDN 100370 Sungai Datar Dewi Puspita Nasution sebesar Rp 169. 540.000 dengan jumlah siswa 173 orang.
Penerimaan Dana BOS tersebut 2 tahap , penerimaan tahap pertama pada tanggal 22 Januari 2025 sebesar Rp 84.770.000.
Penerimaan tahap ke 2 (Dua) pada 08 Agustus 2025 sebesar Rp84.770.000.
Penggunaan Dana BOS sekolah tersebut, di atur dalam ketentuan Permendikbud no 63 tahun 2022, yang diperjelas pada pasal 39,
Mengacu pada laporan keuangan sekolah SDN 100370 Sungai Datar secara elektronik, jelas disampaikan bahwa dana BOS untuk biaya kegiatan Administrasinya tahun 2023 sebesar Rp 107.379.300, tahun 2024 sebesar Rp 70.005.000, dan tahun 2025 sebesar Rp 65.178.000, jika ditotal dana administrasi sekolah SDN sungai datar selama tiga tahun tersebut sebesar Rp 242.562.300. diduga penggunaan anggarannya di Mark up dan tidak tepat sasaran puluhan juta rupiah.
Begitu juga hal dana biaya kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah dimana Tahun 2023 sebesar Rp 7.825.300, di tahun 2024 sebesar Rp 23.175.000 dan di tahun 2025 sebesar Rp 32.283.700 jika ditotal dana untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah tersebut sebesar Rp 63.284.000.
Sementara kondisi fisik bangunan sekolah SDN sungai datar, terpantau oleh tim pewarta Autenticnews-co tidak terpelihara sebagaimana kita lihat plafon sekolah bagian belakang dibiarkan berlobang lobang .

Dalam hal ini, diduga Kepala sekolah tidak menggunakan dana anggaran untuk biaya kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah sebanyak Rp 63.284.000 tersebut.
Kemudian Tim pewarta Autenticnews-co , mengkonfirmasi Dewi Puspita Nasution (Kepala Sekolah) SDN 100370 sungai datar , melalui aplikasi WhatsApp pribadinya, dengan 0822-7462-9XXX terkait dengan pengelolaan dan penggunaan anggaran Dana BOS sekolahnya, untuk kegiatan pemeliharaan sarpras dan kegiatan administrasi sekolah, sekaligus mengirimkan fail data secara elektronik dari tahun 2023 sampai dengan 2025.
Namun sangat disayangkan Kepala sekolah SDN sungai datar, kecamatan Dolok, kabupaten Padang lawas Utara, provinsi Sumatera Utara tidak memberikan jawaban yang jelas sampai berita ini ditayangkan.
Kemudian informasi yang kami himpun dari berbagai narasumber, bahwa Kepala sekolah tidak ada membuat papan informasi dilingkungan sekolah terkait dengan penerimaan Dan penggunaan Dana BOS sekolah tahun ketahun, sehingga Dana BOS sekolah tersebut hanya di ketahui Kepala sekolah dan bendaharanya saja.
Hal ini, diminta kepada Inspektorat Padang lawas Utara, untuk segera melakukan audit dan pemeriksaan terhadap penggunaan Dana BOS sekolah SDN sungai datar yang dipimpin oleh saudari Dewi Puspita Nasution, karena ada dugaan kepsek menggelembungkan anggaran untuk kegiatan administrasi dan sarpras sekolah dari tahun 2023-2025. Puluhan juta rupiah (P.Hrp/ANC)










